Janji Manis

      Siang hari ini sedikit berangin,  membawaku terhanyut dalam lamunan, mengingatkanku dg seorang teman kelasku setahun yg lalu. Saat itu, Ratmi sedih karena kebodohannya mempercayai janji Mas Sholeh yg dirasa baik, lulusan pondok ternama. Pertemuan itu berawal di suatu perpustakaan,  tempat ia menempuh pendidikan. Ratmi selalu mengunjungi tempat itu baik ketika ada tugas maupun tidak. Ia sangat senang membaca buku-buku literatur. Ia dijuluki kutu buku, bahkan salah seorang temannya menyebutnya "juru kunci perpustakaan". 
       Awalnya Ratmi tidak suka, namun ia terus memohon agar dia mau menerimanya lebih dari seorang teman, Ratmi ini adalah seorang yg polos lugu, santun, murah senyum dan ceria. Saat itu ia tidak memutuskannya sendiri. Dia bercerita kepada  salah seorang teman dekatnya Mini. Dia membuat janji untuk sekedar nongki diluar. Keputusan ini penting menurutnya, karena ia tidak pernah mengenal laki-laki lebih jauh sebelumnya. Ia mengajak Mini bertemu, karena Ratmi mengetahui jika Mas Sholeh ini dulunya teman satu kampus dg Mini.
        Sesampainya didepan gerbang kos, Mini kaget sebelumnya Ratmi telah cerita sedikit via telepon terkait Mas Sholeh. Kemudian mereka pergi menuju suatu cafe, disana Ratmi bercerita semuanya. Mini pun berpendapat "sudah jalani ajalah Mi, setahuku dia baik kok". 
          Keesokan harinya akhirnya Ratmi memutuskan untuk menerimanya, Ratmi suka bukan karena cinta, tapi kasian dia sudah berusaha meyakinkan bahwa ia benar-benar jatuh hati. Tiga bulan berlalu teman Ratmi, bernama Lilis dia Sahabat yg mengenalnya lebih dari 6th ia selalu menanyakan bagaimana hubungannya dg Mas Sholeh. Ratmi selalu berkata kami baik-baik saja, padahal tidak ada pertemuan sama sekali, sekedar chatpun jarang.
         Ternyata si Lilis ini berbakat menjadi detektif, ia mempunyai teman yg ternyata mengenal Mas Sholeh, namanya Isna. Dia sudah menceritakan semuanya pada  Lilis, kalau Mas Sholeh ini dulunya sudah banyak merayu teman- temannya termasuk dia sendiri. Setelah mendengar semuanya dari Isna, ia berniat mengatakan semuanya pada Ratmi, sayangnya Ratmi tidak percaya jika Mas Sholeh melakukan hal seperti itu, mengingat latar belakangnya lulusannya.  
     Ratmi selalu berdoa jika memang jodoh dekatkan jika bukan jauhkanlah. Hingga suatu ketika, ada pesan WA dari Mas Sholeh, yg memang saat itu lama tidak memberi kabar dg alasan sibuk. Ia terkejut bukan kepalang saat Mas Sholeh menyebut nama orang lain di dalam pesannya. "Cepat sembuh ya Rina" tulisnya. Sontak hal itu membuat Ratmi terkejut dan membalas "siapa Rina?" Kok Rina? Mas Sholeh tampak lama membalas chatnya, terlihat sedang bingung kata apa yg tepat untuk membalas chat Ratmi agar tak dicurigai lebih dalam lagi. Kemudian Mas Sholeh menjawab "Dia hanya rekan kerjaku". Baik, disitu Ratmi mentolerir.  
         Keesokan harinya chat itu terulang kembali terlebih lagi Mas Sholeh mengunggah ucapan di WA Story " Rina pasti sembuh"
Disitulah puncak dari kecurigaan Ratmi selama ini trrhadap Mas Sholeh, tidak mau diajak bertemu untuk sekedar jalan, bahkan memberi kabar. Sekalinya memberi kabar isinya selalu menuntut. 
        Salah satunya menuntut untuk belajar, belajar dan belajar. "Hello" pliss ini bukan kuliah antara dosen dan mahasiswa, Ratmi menggerutu. Disitu Mas Sholeh mulai jujur, jika ia akan dinikahkan dg seorang wanita pilihan orang tuanya, seolah semua kata-kata yg ia ucapkan dulu ia hapus dari ingatannya.
       Apalah daya Ratmi hanya berkata "Baiklah jika memang itu pilihan dari orang tua mas, aku menghormati". ucap Ratmi.  kemudian berpikir sejenak, ternyata ini cara Allah menjauhkan. Ratmi percaya ini keputusan dan takdir dari Allah, setelah Ratmi tidak percaya dg ucapan teman-temannya tentang tabiatnya. 
      Singkat cerita  ternyata Mini juga pernah dirayu oleh Mas Sholeh, namun ia menganggapnya hanya bercanda. Mini bercerita ketika sudah menikah dg seorang yg mencintainya dg setulus hati. Ratmi menjalani harinya seperti biasa seolah tidak percaya lagi dg janji-janji seorang laki-laki.  Dia selalu berdo'a semoga dipertemukan dg seseorang yg baik, pengertian, penyayang dan mau menerima segala kekurangannya.

Komentar